Monday, July 14, 2014

Pelangsing tiens - faktor eksternal penyebab kegemukan


Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap populasi penduduk Amerika Serikat, terdapat 60,5% penduduk berusia dewasa mengalami kondisi berat badan berlebih (data tahun 2005). Berdasarkan data tersebut, beberapa ahli yakin bahwa kebiasaan hidup dan pola makan memegang faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi berat badan seseorang bila dibandngkan faktor internal. Dua faktor eksternal yang sangat dominan adalah aktivitas fisik dan asupan nutrisi. Seseorang dapat dengan mudah mengurangi berat badannya tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan pembakar lemak dan semacamnya dengan meningkatkan aktivitas serta mengurangi asupan makanan ke dalam tubuhnya.


Aktivitas fisik

Untuk melakukan aktivitas fisik, manusia memerlukan sejumlah energi. Jika energi yang diberikan oleh makanan tidak cukup, maka energi diperoleh dari hasil pemecahan lemak di dalam tubuh. Berikut ini adalah contoh aktivitas fisik beserta kalori yang dibakar perjam (dalam kkal/jam) yang diperlukan setiap melakukan aktivitas tersebut .
Aktivitas50 kg (kkal/jam)70 kg (kkal/jam)
Bersepeda 10 km/jam165240
Bersepeda 20 km/jam270410
Berlari 9 km/jam440660
Berlari 16 km/jam8501.280
Berenang 23 m/menit185275
Berjalan 3 km/jam160240
Asupan nutrisiBerat badan dapat diturunkan dengan mudah dengan cara membatasi asupan nutrisi. Faktor pengali untuk energi yang umum diterima oleh banyak orang adalah sebagai berikut: 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal, 1 gram protein 4 kkal, dan 1 gram lemak 9 kkal. Dengan menjumlahkan nilai BMR dengan kebutuhan kalori peraktivitas, seseorang dapat dengan mudah memprediksi hasil dietnya.Jika kalori masuk > kalori keluar, maka sisa kalori akan disimpan dalam tubuh.
Jika kalori masuk < kalori keluar, maka simpanan kalori (lemak) akan digunakan untuk menutupi defisit energi.
Kalori masuk adalah kalori yang diperoleh dari makanan sedangkan kalori keluar adalah kebutuhan kalori untuk BMR ditambah dengan kalori peraktivitas.
Misalnya seseorang dengan berat badan 70 kg, memiliki besar energi yang diperlukan untuk Kisaran Metabolisme Basal sebesar 1.450 kkal. Dalam satu hari, ia melakukan aktvitas berikut:
  • Berjalan (normal) dengan kecepatan 3 km/jam dengan waktu total 3,5 jam (480 kkal).
  • Ia juga berenang (normal) dengan kecepatan 23 m/menit (bolak-balik kolam renang dengan kecepatan normal) total waktu 1 jam (275 kkal).
Hari itu, ia mengonsumsi makanan-makanan berikut (Jumlah kalori yang dicantumkan di dalam menu adalah perkiraan secara umum. Kondisi sebenarnya sangat tergantung pada jumlah makanan dan cara pengolahannya, misalnya, sandwich akan memiliki kalori yang lebih rendah bila rotinya diganti dengan roti gandum, atau susu full cream diganti dengan susu skim):
Sarapan Pagi, 07.00 (Total 650 kkal)
  • Sandwich isi daging, mayonaise, keju (500 kkal)
  • Susu Full Cream (150 kkal)
Makan Siang, 12.00 (Total 550 kkal)
  • Nasi (200 kkal)
  • Soto Betawi (200 kkal)
  • Jus Jeruk tanpa Gula (50 kkal)
Makan Malam, 19.00 (Total 1530 kkal)
  • Pizza (680 kkal)
  • French fries (800 kkal)
  • Apel (50 kkal)
Dari daftar menu di atas, di peroleh total energi yang dikonsumsi sebesar 2730 kkal. Dari Laju Metabolisme Basal dan banyaknya aktivitas yang dilakukan, diperoleh kebutuhan energi orang tersebut sebesar 2565 kkal. Walaupun ia telah berolahraga (berenang) pengeluaran energinya tidak sebanding dengan asupan energinya. Akibatnya:
Kalori masuk > Kalori keluar
Energi yang tersisa (165 kkal, dari 2730 kkal - 2565 kkal) akan disimpan dalam tubuh dan salah satu bentuk penumpukan energi tersebut adalah lemak.


Saturday, July 12, 2014

Pelangsing tiens - faktor internal penyebab kegemukan

Anda sulit menurunkan berat badan,coba perhatikan beberapa faktor internal yang mempengaruhi
Faktor internal


Faktor internal yang bertanggung jawab terhadap massa tubuh adalah suatu faktor yang tidak dapat dikendalikan secara sadar oleh orang-orang yang melakukan diet.



Faktor genetik



INSIG2



Penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Medis Universitas Boston menemukan bahwa gen bernama INSIG2 bertanggung jawab terhadap obesitas. Gen INSIG2 bertanggung jawab dalam menginhibisi sintesis asam lemak dan kolesterol. Beberapa produk protein dari Varian gen INSIG2 memiliki daya inhibisi yang rendah sehingga orang-orang dengan varian gen ini akan cenderung lebih banyak menumpuk lemak di dalam tubuhnya. Sekitar 1 dari sepuluh orang (10%) diduga membawa varian gen ini


FTO

Gen lain yang bertanggung jawab terhadap obesitas adalah gen FTO. FTO adalah nama gen yang terletak pada kromosom 16 manusia. Berdasarkan hasil penelitian orang-orang yang memiliki varian tertentu dari FTO dan memiliki pasangan alel homozigot varian tersebut di dalam genomnya (16,4% dari subyek penelitian) memiliki berat badan 3 kg lebih berat dari orang biasa dan memiliki risiko terserang obesitas 1,5 kali lebih besar dari orang biasa






Regulasi termis




Manusia pada dasarnya adalah makhluk berdarah panas yang menghabiskan energi untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Selain membutuhkan energi untuk mempertahankan suhu tubuhnya (rata-rata 37 oC), sejumlah energi juga diperlukan untuk mempertahankan aktivitas organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Energi yang diperlukan ini berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh seseorang.

Umumnya, dalam keadaan tidur, manusia membutuhkan daya sebesar 1 Watt untuk setiap kg berat tubuhnya (manusia dengan tubuh seberat 65 kg akan mengonsumsi daya sekitar 65 Watt, atau kira-kira setara dengan daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan dua buah lampu bohlam). Dengan berat tubuh 65 kg, maka konsumsi energi yang dibutuhkan oleh orang itu setiap harinya adalah sekitar 5.500 kilojoule atau 1.400 kilokalori (kkal). Energi yang dibutuhkan manusia untuk sekedar hidup (di dalam kondisi istirahat), tanpa melakukan aktivitas apapun tadi disebut dengan istilah Laju Metabolisme Basal (Basic Metabolite Rate/BMR).

Mekanisme regulasi termis setiap orang berbeda-beda dan konsumsi energi tersebut yang menentukan seberapa banyak nutrisi yang harus dibakar oleh tubuh untuk menghasilkan energi tersebut. Dengan demikian, semakin tinggi BMR seseorang, maka semakin tinggi konsumsi energinya dan orang tersebut membutuhkan lebih banyak makanan untuk mempertahankan aktivitas tubuhnya. Perbedaan jenis kelamin, ras, dan juga tinggi badan memengaruhi nilai BMR. Kondisi psikologis dan suhu udara juga ikut berpengaruh.
Karena kebutuhan total kalori untuk setiap individu berbeda-beda dan tergantung pada jenis kelamin, usia, bahkan etnis. Para ahli gizi umumnya menggunakan Formula Harris Benedict untuk menghasilkan perkiraan yang lebih akurat terhadap nilai BMR seseorang [6]. Alih-alih menghitung sendiri, saat ada banyak situs internet yang telah menyediakan program sederhana untuk menghitung BMR misalnya program bernama BMR Calculator.




Metabolisme


Metabolisme, secara singkat, adalah proses pengolahan (pembentukan dan penguraian) zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya. Metabolisme lemak merupakan salah satu faktor penentu dalam diet. Seseorang dapat meningkatkan pembakaran lemak dengan meningkatkan massa otot di dalam tubuh. Ketika massa otot meningkat, metabolisme makanan akan meningkat. Proses ini akan meningkatkan nilai BMR dan kebutuhan kalori.




Bila anda memiliki faktor faktor internal diatas tidak perlu khawatir meskipun kecenderungan gemuk tinggi tapi dengan produk pelangsing badan tiens anda tetap bisa memiliki tubuh yang ideal karena pelangsing badan tiens bisa membantu masalah berat badan anda.

Monday, July 7, 2014

Makin Banyak Lemak Makin Tinggi Napsu Makan

Diet adalah tentang bagaimana meningkatkan aktivitas fisik dan mengendalikan napsu makan. Para peneliti mengungkap bahwa olahraga, kadar lemak tubuh, dan hormon, berperan dalam mengendalikan napsu makan seseorang. Hal ini juga yang memberikan penjelasan mengapa begitu banyak orang sering lepas kendali setelah mereka berhasil mendapatkan berat badan ideal.



Sebuah penelitian yang dilakukan Exercise and Health Sciences di Loughborough University  mengamati bahwa latihan rutin mempengaruhi pelepasan hormon tertentu yang mempengaruhi napsu makan seseorang. Jika Anda berlatih dengan tujuan menurunkan berat badan, Anda pasti merasakan penurunan nafsu makan.

Namun pada kasus tertentu, latihan yang dilakukan secara berlebihan juga bisa mengakibatkan hilangnya nafsu makan yang dapat memicu anoreksia. Anoreksia adalah gangguan berupa hilangnya napsu makan, sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan kehilangan banyak energi. 95 persen penderita anoreksia adalah perempuan yang memasuki masa puber seperti remaja dan perempuan dewasa yang terobsesi ingin menurunkan berat badan secara instan.

Meski dikategorikan penyakit ringan, namun jika berlangsung dalam waktu lama, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Dua Hormon Pengendali Napsu Makan

Ada berbagai hormon yang berperan dalam mengendalikan nafsu makan. Dua yang paling berperan adalah hromon grehlin dan Peptide YY atau disingkat PYY, yang berperang mengurangi rasa lapar.

Saat Anda mengasup protein, tubuh akan melepaskan hormon PYY untuk menurunkan rasa lapar. Inilah mengapa diet tinggi protein kerap dianjurkan jika Anda ingin menurunkan berat badan. Hormon PYY juga dilepaskan tubuh saat Anda berlatih. Tak hanya hormon PYY, peneliti juga menemukan bahwa glukagon juga berperan dalam mengendalikan rasa lapar, baik di saat dan setelah latihan.

Glukagon adalah hormon yang dilepaskan tubuh saat gula darah mulai turun. Proses ini memicu pelepasan gula yang ada dalam sel-sel lemak, serta membantu memecah sel-sel lemak itu sendiri. Inilah alasan mengapa glukagon turut berperan penting dalam proses diet Anda.

Selama ini kita sering membicarakan tentang efek ‘Afterburn’, namun masih banyak orang di luar sana yang belum benar-benar memahami konsep dari efek ‘afterburn’yang sebenarnya. Afterburn merujuk pada fakta bahwa tubuh masih tetap membakar lemak setelah latihan. Proses afterburn juga tidak terlepas dari peran hormon glukagon yang membantu pelepasan gula dari cadangan energi yang tersimpan yaitu lemak.

Namun, latihan dengan tujuan menurunkan nafsu makan bukanlah satu-satunya jawaban bagi setiap orang. Mengingat setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap latihan yang dilakukan. Satu hal yang berhasil disimpulkan oleh tim peneliti adalah, bahwa latihan yang Anda lakukan adalah cara yang baik untuk memaksimalkan kinerja kedua hormon tersebut dalam mengendalikan nafsu makan.

Makin Banyak Lemak Makin Tinggi Napsu Makan

Berbanding terbalik dengan efek latihan yang bisa menekan nafsu makan, obesitas atau seseorang yang memiliki kelebihan berat badan akibat tingginya kadar lemak tubuh sangat berisiko mengalami peningkatan nafsu makan.

Pada 2010 tim peneliti dari University College London  mengungkap bahwa lemak berlebih dalam tubuh dapat menghalangi pelepasan hormon yang mengendalikan nafsu makan. Inilah yang menjadi jawaban dari pertanyaan, mengapa orang obesitas lebih sulit bertahan dalam program diet mereka daripada mereka yang bertubuh sehat?. Bahkan, saat mereka makan dalam jumlah cukup sekali pun mereka masih merasakan lapar daripada orang sehat yang makan lebih sedikit.

Lemak bisa Membunuh Hormon PYY dan Glukagon

Kita telah ketahui bersama bagaimana peran hormon PYY dan glukagon dalam mengendalikan napsu makan.

“Kita tahu bahwa kedua hormon ini memainkan peran kunci dalam mengendalikan rasa lapar dan berapa banyak yang kita makan. Tapi di sini kami telah menunjukkan bahwa obesitas memiliki pengaruh merugikan terhadap kedua hormon tersebut yang bisa merugikan diet kita. Jika mungkin untuk menambah hormon ini kita mungkin dapat mengembalikan kemampuan alami tubuh untuk mengatur nafsu makan. ” ungkap Dr Rachel Batterham salah satu peneliti dari University College London.

Peningkatan jumlah sel-sel lemak akan mem-blok hormon pengendali nafsu makan dengan cara menghalangi mereka mengirimkan sinyal untuk berhenti makan. Ini berarti Anda akan terus makan bahkan ketika tubuh Anda sebenarnya sudah cukup makan.

Mengendalikan napsu makan bisa menjadi bagian tersulit bagi orang yang sedang menjalankan diet untuk menurunkan berat badan. Oleh karena itu, dengan memahami berbagai faktor lain, seperti peran sistem hormonal tubuh dalam mengendalikan napsu makan, diharapkan Anda memiliki langkah yang lebih efektif untuk mencapai keberhasilan menurunkan berat badan. (vemale)

Saturday, July 5, 2014

Obat Diet Tiens

Ini adalah beberapa alasan apakah anda memerlukan Obat Diet Tiens 


Faktor Penyebab Kelebihan Berat Badan




Pikirkan alasan utama mengapa sekarang ini banyak orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda. Beberapa hal yang bisa menyebabkan obesitas antara lain: gaya hidup yang tidak sehat, bekerja berjam-jam ditemani camilan, pola makan tidak teratur, porsi makan berlebihan, asupan gizi tidak diimbangi dengan olahraga.


Memakan kudapan atau camilan merupakan salah satu faktor penyebab kegemukan. Biasanya kita memakan camilan sembari menonton tv atau mengisi waktu luang bersama segelas teh atau kopi. Istilahnya adalah “lapar mata”, hanya mengikuti nafsu melihat penampilan makanan yang enak dipandang.



 Trend Produk Diet


Jika kebiasaan ngemil karena “lapar mata” seperti yang disebutkan di atas terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan menjadi kebiasaan yang membuat Anda kecanduan. Jika hal ini terjadi, akan agak sulit untuk ditangani seperti pada kasus kecanduan alkohol. Cara untuk menangani kecanduan adalah menjauhkan diri dari pergaulan ataupun tempat-tempat yang menjual minuman beralkohol.


Tetapi Anda bisa lega, karena makanan memang dibutuhkan setiap orang untuk memenuhi kebutuhan gizi. Maka dari itu, akan membutuhkan kerja ekstra untuk melawan kebiasaan pola makan yang tidak sehat. Inilah salah satu penyebab produk diet laku dipasaran sebagai pengganti makanan dalam program diet.

Konsep “pengganti makanan” adalah bahwa Anda benar-benar tidak akan makan sama sekali selama hampir setengah hari, asupan nutrisi bisa Anda dapatkan dari produk lain yang membuat Anda “berhenti” kelaparan. Produk ini bekerja dengan dua cara: pertama, produk ini membatasi asupan kalori Anda. Kedua, menekan kecanduan makan Anda, sehingga membuat Anda tidak lapar sehingga Anda bisa tahan meskipun tidak makan makanan lainnya.


Manfaat Jangka Panjang Produk Diet




Perlu diperhatikan bahwa program diet dengan produk diet yang ditawarkan telah membuat pola makan Anda menjadi sedemikian teratur dalam bentuk makanan pengganti. Ketika berat badan Anda berhasil turun, masalah akan timbul saat Anda kembali ke makanan biasa atau real food. Pertanyaannya adalah, “Apakah Anda akan makan dengan baik?” Jika Anda kemudian malah kembali pada kebiasaan yang lama, resiko kegemukan akan kembali mengancam Anda. Oleh karena itu, lebih baik jika mulai sekarang Anda memulai menerapkan pola diet seimbang dengan mengatur pola makan sehat.

Dan ada pula beberapa orang yang malah ketergantungan pada produk pengganti makanan dan mengkonsumsinya dalam jangka panjang. Ingat bahwa makanan ini bukanlah makanan sebenarnya, Anda harus tetap mendapat asupan gizi yang tepat dan seimbang. Gunakan produk pengganti makanan ini untuk waktu tertentu dan sementara saja.

Gaya hidup dengan pola makan dan aktivitas fisik yang sehat adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil diet yang lebih baik untuk jangka panjang. Dan Anda sendiri yang bisa menjawab, masihkan Anda perlu bergantung pada produk-produk diet yang ditawarkan untuk menurunkan berat badan? (duniafitnes)



Obat Diet Tiens

Cara kerja Obat diet / Suplemen pelangsing Tiens berbeda dengan produk lain yang ada di pasaran. Kombinasi 3 Produk yang memiliki Fungsi berbeda ini bisa membantu anda menurunkan berat badan dengan cara menyeluruh 




Jiang Zhi Tea



Kemasan:
Dus isi 40 sachet 
POM :
 POM TI 074-224-741



Jiang zhi Tea yang membantu mengikat lemak dan membuangnya.. Obat Diet yang satu ini baik sekali digunakan sebelum / setelah makan, dan membantu anda untuk membuang lemak dan menurunkan berat badan . Produk yang satu ini pun aman digunakan untuk jangka panjang karena ini adalah ramuan teh yang digunakan kaisar china pada masa lampau. 



Double Cellulose

Kemasan :

Botol 1 g x 70 tablet


POM SL 044-510-931

Harga : Rp 200.000





Double Cellulose yang dikonsumsi sebelum makan juga baik sekali untuk menahan nafsu makan,jadi dengan kandungan serat ganda yang dimiliki oleh produk ini baik untuk melancarkan pencernaan , mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan



Chitin Chitosan 

Kemasan: Botol, 0,15 gram x100 kapsul.
POM : POM SL 061-300-291


Chitin Chitosan mempunyai cara kerja gabungan antara kedua produk diatas,chitosan memang tidak memiliki nutrisi tapi bisa mendetoks dan membersihkan segala zat yang tidak diperlukan tubuh. produk ini bisa dikategorikan sebagai obat diet terbaik